Pintu Otomatis Rumah Sakit Umum Daerah Ngawi

Pintu Otomatis Rumah Sakit

Satu hal yang sering kami alami dalam mengerjakan pintu otomatis adalah perjalanan panjang. Rata-rata waktu yang dibutuhkan sekitar 3 sampai 4 jam. Beruntung saat ini jalur tol trans jawa sudah merata, sehingga waktu tempuh perjalanan dapat berkurang. Namun kenyataannya, apabila sopir adalah amatiran seperti kami, akan sangat sering diperlukan waktu untuk istirahat akibat ngantuk di jalan tol.

Berangkat dari Surabaya jam 10 pagi, tim pemasangan berhasil sampai di tujuan RSUD Ngawi jam 3 sore. Tidak menunggu lama,  kami langsung bekerja saat itu juga. Dimulai dengan membongkar pintu lama yang masih swing manual.

Detail Pekerjaan Pintu Otomatis Rumah Sakit

Spesifikasi pada pintu otomatis sliding ini adalah Dorma 80, yang mampu digunakan untuk kapasitas beban kaca hingga 80 kg, dimana beban yang ada pada kaca pintu masih pada cakupan kapasitas mesin. Mesin ini memiliki penggantung kaca yang kuat dan tidak memerlukan lubang untuk kaca pintunya. Hal ini sangat penting untuk meminimalisir kesalahan pada saat pemesanan kaca pintu.

Kesalahan pada saat pemesanan kaca pintu bisa berakibat fatal. Karena kaca tempered adalah kaca yang sudah matang dan tidak mungkin untuk dipotong lagi. Kesalahan ini akan berakibat kaca tidak bisa dipasang,  dan harus keluar biaya lagi dan waktu untuk pemesanan kaca yang benar. Jadi, disarankan agar menghindari desain pintu yang memerlukan lubang pada penjepit kacanya.

Adapun Dorma sudah sangat dikenal pada pasar pintu otomatis di nusantara. Terbukti dari banyaknya instansi pemerintah yang dengan detail menyertakan merk ini pada RAB pembangunan. Hal ini sekedar akibat merk yang sudah sangat melekat pada sistem pintu seperti ini. Karena kualitas dari masing-masing merk saat ini hampir sama dan merata, ibaratnya seperti smartphone merk samsung vs smartphone merk oppo. 😁

Lokasi yang sudah siap,  membuat proses pemasangan berjalan relatif lancar. Sehingga acara serah terima dapat selesai malam itu juga, dan crew bisa langsung balik ke Surabaya.  Kendaraan kami menuju ke arah tol melewati tugu Kartoyono yang terkenal, dan kami ingat sempat mempelajari detail pekerjaan tugu ini saat proses tender, hanya saja masih belum rejeki. Kendaraan kami terus melaju, meninggalkan tugu Kartoyono di belakang. Selamat jalan Kartoyono dan sampai bertemu lagi kota Ngawi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *